Kamis, 02 Juni 2016

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR DASAR ILMU TANAH Acara II Penetapan Kadar Lengas Tanah

LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR DASAR ILMU TANAH

Acara II
Penetapan Kadar Lengas Tanah


BAB I. PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
          Tanah merupakan bagian permukaan kulit bumi teratas yang melapuk, bangunan alami yang tersusun atas horizon-horizon yang terdiri atas bahan mineral dan organic, bersifat galir (tidak padu), dan mempunyai tebal yang tidak sama.
Kadar lengas tanah merupakan kandungan air (moisture) yang terdapat dalam tanah, yang terikat oleh berbagai gaya ikat matriks,osmosis dan kapiler. Kadar masing-masing jenis berbeda-beda tergantung dari factor-faktor yang mempengaruhinya. Dalam bidang keteknikan pertanian mempelajari kadar lengas tanah menjadi suatu hal yang penting karena berhubungan dengan pertumbuhan tanaman sebab air digunakan tumbuhan untuk menjalankan berbagai proses biologi. Lengas tanah sangat berperan penting dalam menjaga kelembaban tanah karena lengas tanah mengisi pori-pori tanah pada suhu kamar menjadi dua pertiga bagian dan menjadi satu pertiga bagian jika suhu meningkat. Mengetahui kadar lengas tanah sangatlah penting untuk dapat mengetahui kebutuhan tanah terhadap air dan kemampuan tanah dalam menyimpan air.
          Oleh karena itu, pengetahuan terhadap kadar lengas tanah sangatlah penting sehingga perlu dilakukan pengujian kadar lengas tanah dan dapat dianalisis melalui praktikum di laboratorium

1.2.            Tujuan Praktikum
Adapun tujuan pelaksanaan praktikum ini adalah:
1.      Menetapkan kadar lengas contoh tanah kering udara
2.      Menetapkan kadar lengas contoh tanah kapasitas lapang (pendekatan)









BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
           Tanah merupakan lapisan atas kerak bumi yang melapuk, yang berupa bangunan alami yang tersusun atas horizon-horizon yang terdiri atas bahan-bahan mineral dan organic. Tanah bersifat galir (tidak padu), dan mempunyai tebal yang tidak sama yang dipengaruhi oleh factor-faktor genetis dan lingkungan, memiliki sifat yang berbeda dengan bahan dibawahnya (Sutanto, 2005).
            Kadar lengas tanah sering disebut sebagai kandungan uap air yang terdapat dalam pori tanah. Satuan untuk menyatakan kadar lengas dapat berupa persen berat atau persen volume. Kadar lengas tanah menentukanberapa banyak air yang dapat diserap o leh tumbuhan (Hardjowigeno, 1993).  AAK (1993) memberi batasan-batasan yang menyatakan kandungan air dalam tanah, diantaranya adalah kapasitas menahan maksimal yakni jumlah air maksimal yang dapat ditampung tanah sesudah hujan turun, kapasitas lapasng yakni keadaan air di dalam tanah setelah air gravitasi turun sama sekali, titik layu permanen karena tanaman tidak cukup kuat untuk menyerap air tanah, titik higroskopis yakni jumlah air yang terkandung dalam tanah yang terikat sangat kuat oleh tanah, dan kandungan air yang tersedia bagi tanaman yakni selisih kandungan air antara kapasitas lpang dan titik layu tanaman.
           Entisol merupakan tanah yang baru berkembang. Walaupun demikian tanah ini tidak hanya berupa bahan asal atau bahan induk tanah saja tetapi harus sudah terjadi proses pembentukan tanah yang menghasilkan epipedon okhrik. Banyak tanah Entisol yang digunakan untuk usaha pertanian misalnya di daerah endapan sungai atau daerah rawa-rawa pantai. Padi sawah banyak ditanam di daerah-daerah alluvial ini (Hardjowigeno, 1993).
           Di Indonesia tanah Entisol banyak diusahakan untuk areal persawahan baik sawah teknis maupun tadah hujan pada daerah dataran rendah, peka terhadap erosi dan kandungan hara tersediakan rendah. Potensi tanah yang berasal dari abu vulkan inikaya akan hara tetapi belum tersedia, pelapukan akan dipercepat bila terdapat cukup aktivitas bahan organic sebagai penyedia asam-asam organic (Tan, 1986).
         Tanah inceptisol (permulaan) adalah tanah yang belum matang (innature) yang memiliki perkembangan profil yang lebih lama dibandingkan dengan tanah matang dan masih banyak menyerupai bahan induknya (Selika, 2012).
           Inceptisol di Indonesia banyak digunakan untuk penanaman padi sawah dan pada tanah berlereng sesuai denga tanaman tahunan. Tanah inceptisol ini mempunyai horizon kambik, tanah ini belum berkembang lanjut, sehingga kebanyakan dari tanah ini cukup subur (Sayida, 2013).
          Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi mempunyai kapasitas penyangga yang rendah apabila basah. Kemampuan tanah untuk menyimpan air salah satunya air hujan menentukan juga spesies apa yang tumbuh. Kadar lengas merupakan salah satu sifat fisika tanah untuk mengetahui kemampuan penyerapan air dan ketersediaan hara pada setiap jenis tanaman (Anonim,2007).

BAB III. METODELOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
        Praktikum ini dilaksanakan pada  hari minggu tanggal 08 November 2015   pukul 10.00 WIB, bertempat di Laboratorium Ilmu Tanah  Fakultas Pertanian.

3.2. Alat dan Bahan
      
  3.2.1. Alat-alat Praktikum
            Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini dalah cawan kosong,  oven, timbangan analitik, bejana seng, kawat kasa, papan penungku, sendok pengambil tanah dan alat tulis menulis

   3.2.2. Bahan-bahan Praktikum
             Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tanah Entisol, tanah Inceptisol, air dan label
    
3.3. Prosedur Kerja

1.      Menetapkan kadar lengas contoh tanah kering angin
a.       Ditimbang cawan kosong bersih (a gr)   
b.      Dimasukkan contoh tanah kering ke dalam cawan kira-kira separuh penuh kemudian ditimbang (b gr)
c.       Dimasukkan cawan yang sudah terisi tanah kering tersebut ke dalam oven yang telah diatur temperaturnya 105oC – 110oC, dibiarkan selama 24 jam
d.      Dikeluarkan dan dibiarkan dingin dan ditimbang kembali berat cawan yang berisa tanah setelah dioven tadi (c gr)

2.      Menetapkan kadar lengas contoh tanah kapasitas lapang
a.       Disiapkan bejana seng yang telah dilapisi dengan kawat kasa dibagian bawahnya, dan dimasukkan ke dalam lubang papan penungku
b.      Diisi dengan contoh tanah sampai tiga perempat tinggi bejana seng tersebut
c.       Ditetesi secara perlahan-lahan dengan air sampai tanah dalam bejana penuh dengan air. Ini terlihat dengan adanya air yang menetes dari bagian bawah bejana seng.
d.      Diambil contoh dari dalam bejana setelah tiba saatnya (usahakan dapat mewakili keseluruhan tanah dalam bejana), dengan mengambil bagian atas, tengah, dan bawah untuk selanjutnya di tentukan kadar lengasnya,seperti langakah penetapan kadar lengas tanah diatas.







BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Praktikum
     4.1.1. Tabel Hasil Pengamatan Kadar Lengas
     Tabel 1.1 Kadar Lengas Kering Angin
No
Kelompok
Jenis
Tanah
A
(gram)
B
(gram)
C
(gram)
Kadar
Lengas (%)
1.
V
Inceptisal
13,34
25,37
25,19
1,51
2.
VII
Entisol
14,87
29,21
29,01
1,41

      Tabel 1.2 Kadar Lengas Kapasitas Lapang
No
Kelompok
Jenis
Tanah
A
(gram)
B
(gram)
C
(gram)
Kadar
Lengas (%)
1.
VI
Inceptisol
17,38
28,33
25,85
29,27
2.
VIII
Entisol
17,61
37,50
32,59
32,77

    4.1.2.  Analisis Data
               1. Kadar lengas kering angin
                       Kadar lengas =  
                                        =  
                                     =  
                                    =  0,0141  x  100 %
                                    = 1,41 %
                2.  Kadar  lengas kapasitas lapang
                             Kadar lengas  = 
                                                     =
                                                     =
                                                      =  0,3277 x 100%   = 32,77%
4.2. Pembahasan
          Pada praktikum penetapan kadar lengas tanah, jenis tanah yang digunakan yaitu inceptisol dan Entisol.Tanah inceptisol memiliki tekstur kering berpasir dan sudah mengalami perkembangan, tanah ini memiliki kemampuan menahan air lebih kecil. Tanah Entisol merupakan tanah-tanah yang cenderung menjadi tanah asal yang baru, Entisol mempunyai kadar lempung dan bahan organic rendah, sehingga daya menahan airnya rendah, struktur remah sampai berbutir dan sangat sarang, hal ini menyebabkan tanah tersebut mudah melewatkan air dan air mudah hilang karena perkolasi.
          Berdasarkan hasil praktikum kadar lengas tanah pada contoh tanah kering angin oleh kelompok 5 dan 7 memiliki kadar lengas 1,51 % dan 1,41 % sedangkan kadar lengas kapasitas lapang oleh kelompok 6 dan 8 memiliki kadar lengas sebesar 29,27 % dan 32,77 %. Terlihat perbedaan kadar lengs yang sangat besar. Ini dikarenakan pada contoh tanah kering angin tidak ditambahkan dengan air sehingga jumlah air yang dipertahankan tidak sebanyak tanah yang telah menerima air. Kapasitas lapang tanah tercapai ketika air talah turun sama sekali, terlihat pada dasar mulai mulai menetes air secara perlahan.
            Dalam praktikum ini, contoh tanah kering yang diuji dengan oven pada suhu 105o C – 110o C selam kurang lebih 24 jam bertujuan untuk menghilangkan semua lengas yang terdapat dalam sampel sehingga perbandingan selisih antara berat sebelum dioven merupakan berat lengas tanah.
           Pengaruh tentang kadar lengas dalam pertanian sangatlah penting, karena kadar lengas mempengaruhi proses serapan hara dan pernapasan akar tanaman. Dengan mengetahui kadar lengas dalam tanah dapat dilakukan tindakan, terutama yang berhubungan dengan manajemen sumber daya air.
          Tanah pertanian yang baik memiliki kadar lengas yang sesuai dengan kebutuhan tanaman yang dibudidayakan. Apabila kadar lengas rendah mak dapat diatasi dengan menambahkan jumlah air secara intensif dan teratur, menambah bahan organic, ataupun menggunakan mulsa untuk mengurangi penguapan. Sedangakan apabila kadar lengas makin tinggi maka dapat diatasi dengan membuat saluran drainase.
               Tanah Inceptisol banyak dimanfaatkan untuk bercocok tanam hortikultura tanaman pangan, sampai dikembangkan sebagai lahan-lahan perkebunan besar seperti sawit, kakao, kopi, dan lain sebagainya, bahkan pada daerah-daerah yang eksotis, dikembangkan pula untuk agrowisata. Sedangkan Tanah entisol dapat digunakan apabila dikembangkan metode baru, misalnya sistem drainase untuk mengairi tanah ketika kadar asamnya mulai rendah, dapat ditambah dengan pemupukan dengan hasil yang optimal. pertanian yang dikembangkan di tanah Entisol sebaiknya adalah padi sawah secara monokultur atau digilir dengan sayuran/palawija.

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
        Berdasarkan hasil praktikum dan pembahasan dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Kadar lengas tanah adalah kandungan air tanah yang terdapat dalam pori-pori makro
2.      Kadar lengas entisol contoh tanah kering angin sebesar 1,41% dan kadar lengas kapasitas lapang sebesar 32,77%, sedangkan inceptisol contoh tanah kering angin sebesar 1,51% dan kapasitas lapang sebesar 29,27%
3.      Kadar lengas dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman
4.      Kadar lengas tanah yang baik untuk pertanian yakni kadar lengas yang sesuai dengan tanaman yang dibudidayakan.

5.2. Saran
          Secara langsung peran kadar lengas tanah dalam pertanian mempengaruhi tanaman yang dibudidaya maka dari itu perlu untuk para petani mengetahui bagaimana menghadapi kadar lengas tanah, perlu adanya penyuluhan kepada petani untuk mengenali kadar lengas tanah.













DAFTAR PUSTAKA
Handiri. 2011. Dasar Dasar Ilmu Tanah. https://handiri.wordpress.com/dasar-dasar-ilmu-tanah. [diakses 09 November 2015].
Hardjowigeno, S. 1993. Klasifikasi Tanah Dan Pedogenesis. Akademia Resindo : Jakarta.
Madjid, Abdul. 2009. Dasar Dasar Ilmu Tanah. Bahan Kuliah Fakultas Pertanian. Universitas Gajah Mada : Yogyakarta.
Navis. 2012. Penetapan Kadar Air Tanah. https://navisgusmiati.blogspot.com/2012/04/ penetapan -kadar-air-tanah.html . [diakses 09 November 2015].
Risa. 2014. Penetapan Kadar Lengas Tanah. http://academia.edu/9954463/penetapan-kadar- lengas-tanah. [diakses 09 November 2015].



Tidak ada komentar:

Posting Komentar