LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR DASAR ILMU TANAH
Acara II
Penetapan Kadar
Lengas Tanah
BAB I. PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Tanah merupakan bagian permukaan kulit bumi teratas
yang melapuk, bangunan alami yang tersusun atas horizon-horizon yang terdiri
atas bahan mineral dan organic, bersifat galir (tidak padu), dan mempunyai
tebal yang tidak sama.
Kadar
lengas tanah merupakan kandungan air (moisture) yang terdapat dalam tanah, yang
terikat oleh berbagai gaya ikat matriks,osmosis dan kapiler. Kadar
masing-masing jenis berbeda-beda tergantung dari factor-faktor yang
mempengaruhinya. Dalam bidang keteknikan pertanian mempelajari kadar lengas
tanah menjadi suatu hal yang penting karena berhubungan dengan pertumbuhan
tanaman sebab air digunakan tumbuhan untuk menjalankan berbagai proses biologi.
Lengas tanah sangat berperan penting dalam menjaga kelembaban tanah karena
lengas tanah mengisi pori-pori tanah pada suhu kamar menjadi dua pertiga bagian
dan menjadi satu pertiga bagian jika suhu meningkat. Mengetahui kadar lengas
tanah sangatlah penting untuk dapat mengetahui kebutuhan tanah terhadap air dan
kemampuan tanah dalam menyimpan air.
Oleh karena itu, pengetahuan terhadap
kadar lengas tanah sangatlah penting sehingga perlu dilakukan pengujian kadar
lengas tanah dan dapat dianalisis melalui praktikum di laboratorium
1.2.
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan
pelaksanaan praktikum ini adalah:
1. Menetapkan
kadar lengas contoh tanah kering udara
2. Menetapkan
kadar lengas contoh tanah kapasitas lapang (pendekatan)
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Tanah merupakan lapisan atas kerak
bumi yang melapuk, yang berupa bangunan alami yang tersusun atas
horizon-horizon yang terdiri atas bahan-bahan mineral dan organic. Tanah
bersifat galir (tidak padu), dan mempunyai tebal yang tidak sama yang
dipengaruhi oleh factor-faktor genetis dan lingkungan, memiliki sifat yang
berbeda dengan bahan dibawahnya (Sutanto, 2005).
Kadar lengas tanah sering disebut
sebagai kandungan uap air yang terdapat dalam pori tanah. Satuan untuk
menyatakan kadar lengas dapat berupa persen berat atau persen volume. Kadar
lengas tanah menentukanberapa banyak air yang dapat diserap o leh tumbuhan
(Hardjowigeno, 1993). AAK (1993) memberi
batasan-batasan yang menyatakan kandungan air dalam tanah, diantaranya adalah
kapasitas menahan maksimal yakni jumlah air maksimal yang dapat ditampung tanah
sesudah hujan turun, kapasitas lapasng yakni keadaan air di dalam tanah setelah
air gravitasi turun sama sekali, titik layu permanen karena tanaman tidak cukup
kuat untuk menyerap air tanah, titik higroskopis yakni jumlah air yang
terkandung dalam tanah yang terikat sangat kuat oleh tanah, dan kandungan air
yang tersedia bagi tanaman yakni selisih kandungan air antara kapasitas lpang
dan titik layu tanaman.
Entisol merupakan tanah yang baru
berkembang. Walaupun demikian tanah ini tidak hanya berupa bahan asal atau
bahan induk tanah saja tetapi harus sudah terjadi proses pembentukan tanah yang
menghasilkan epipedon okhrik. Banyak tanah Entisol yang digunakan untuk usaha
pertanian misalnya di daerah endapan sungai atau daerah rawa-rawa pantai. Padi
sawah banyak ditanam di daerah-daerah alluvial ini (Hardjowigeno, 1993).
Di Indonesia tanah Entisol banyak diusahakan
untuk areal persawahan baik sawah teknis maupun tadah hujan pada daerah dataran
rendah, peka terhadap erosi dan kandungan hara tersediakan rendah. Potensi
tanah yang berasal dari abu vulkan inikaya akan hara tetapi belum tersedia,
pelapukan akan dipercepat bila terdapat cukup aktivitas bahan organic sebagai
penyedia asam-asam organic (Tan, 1986).
Tanah inceptisol (permulaan) adalah
tanah yang belum matang (innature) yang memiliki perkembangan profil yang lebih
lama dibandingkan dengan tanah matang dan masih banyak menyerupai bahan
induknya (Selika, 2012).
Inceptisol di Indonesia banyak
digunakan untuk penanaman padi sawah dan pada tanah berlereng sesuai denga
tanaman tahunan. Tanah inceptisol ini mempunyai horizon kambik, tanah ini belum
berkembang lanjut, sehingga kebanyakan dari tanah ini cukup subur (Sayida,
2013).
Tanah dengan kandungan bahan organik
tinggi mempunyai kapasitas penyangga yang rendah apabila basah. Kemampuan tanah
untuk menyimpan air salah satunya air hujan menentukan juga spesies apa yang
tumbuh. Kadar lengas merupakan salah satu sifat fisika tanah untuk mengetahui
kemampuan penyerapan air dan ketersediaan hara pada setiap jenis tanaman (Anonim,2007).
BAB III. METODELOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 08 November 2015 pukul 10.00 WIB, bertempat di Laboratorium
Ilmu Tanah Fakultas Pertanian.
3.2. Alat dan
Bahan
3.2.1. Alat-alat Praktikum
Adapun alat yang digunakan dalam
praktikum ini dalah cawan kosong, oven,
timbangan analitik, bejana seng, kawat kasa, papan penungku, sendok pengambil
tanah dan alat tulis menulis
3.2.2. Bahan-bahan Praktikum
Adapun bahan yang digunakan dalam
praktikum ini adalah tanah Entisol, tanah Inceptisol, air dan label
3.3. Prosedur
Kerja
1.
Menetapkan kadar lengas contoh tanah
kering angin
a.
Ditimbang cawan kosong bersih (a
gr)
b.
Dimasukkan contoh tanah kering ke dalam
cawan kira-kira separuh penuh kemudian ditimbang (b gr)
c.
Dimasukkan cawan yang sudah terisi tanah
kering tersebut ke dalam oven yang telah diatur temperaturnya 105oC
– 110oC, dibiarkan selama 24 jam
d.
Dikeluarkan dan dibiarkan dingin dan
ditimbang kembali berat cawan yang berisa tanah setelah dioven tadi (c gr)
2.
Menetapkan kadar lengas contoh tanah
kapasitas lapang
a.
Disiapkan bejana seng yang telah
dilapisi dengan kawat kasa dibagian bawahnya, dan dimasukkan ke dalam lubang
papan penungku
b.
Diisi dengan contoh tanah sampai tiga
perempat tinggi bejana seng tersebut
c.
Ditetesi secara perlahan-lahan dengan
air sampai tanah dalam bejana penuh dengan air. Ini terlihat dengan adanya air
yang menetes dari bagian bawah bejana seng.
d.
Diambil contoh dari dalam bejana setelah
tiba saatnya (usahakan dapat mewakili keseluruhan tanah dalam bejana), dengan
mengambil bagian atas, tengah, dan bawah untuk selanjutnya di tentukan kadar
lengasnya,seperti langakah penetapan kadar lengas tanah diatas.
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Praktikum
4.1.1. Tabel Hasil Pengamatan Kadar Lengas
Tabel 1.1 Kadar Lengas Kering Angin
No
|
Kelompok
|
Jenis
Tanah
|
A
(gram)
|
B
(gram)
|
C
(gram)
|
Kadar
Lengas (%)
|
1.
|
V
|
Inceptisal
|
13,34
|
25,37
|
25,19
|
1,51
|
2.
|
VII
|
Entisol
|
14,87
|
29,21
|
29,01
|
1,41
|
Tabel 1.2 Kadar Lengas Kapasitas Lapang
No
|
Kelompok
|
Jenis
Tanah
|
A
(gram)
|
B
(gram)
|
C
(gram)
|
Kadar
Lengas (%)
|
1.
|
VI
|
Inceptisol
|
17,38
|
28,33
|
25,85
|
29,27
|
2.
|
VIII
|
Entisol
|
17,61
|
37,50
|
32,59
|
32,77
|
4.1.2. Analisis Data
1. Kadar lengas kering angin
Kadar lengas =
=
=
= 0,0141
x 100 %
= 1,41 %
2. Kadar
lengas kapasitas lapang
Kadar lengas =
=
=
= 0,3277 x 100% = 32,77%
4.2. Pembahasan
Pada praktikum penetapan kadar lengas
tanah, jenis tanah yang digunakan yaitu inceptisol dan Entisol.Tanah inceptisol
memiliki tekstur kering berpasir dan sudah mengalami perkembangan, tanah ini
memiliki kemampuan menahan air lebih kecil. Tanah Entisol merupakan tanah-tanah
yang cenderung menjadi tanah asal yang baru, Entisol mempunyai kadar lempung
dan bahan organic rendah, sehingga daya menahan airnya rendah, struktur remah
sampai berbutir dan sangat sarang, hal ini menyebabkan tanah tersebut mudah
melewatkan air dan air mudah hilang karena perkolasi.
Berdasarkan hasil praktikum kadar
lengas tanah pada contoh tanah kering angin oleh kelompok 5 dan 7 memiliki
kadar lengas 1,51 % dan 1,41 % sedangkan kadar lengas kapasitas lapang oleh
kelompok 6 dan 8 memiliki kadar lengas sebesar 29,27 % dan 32,77 %. Terlihat
perbedaan kadar lengs yang sangat besar. Ini dikarenakan pada contoh tanah
kering angin tidak ditambahkan dengan air sehingga jumlah air yang
dipertahankan tidak sebanyak tanah yang telah menerima air. Kapasitas lapang
tanah tercapai ketika air talah turun sama sekali, terlihat pada dasar mulai
mulai menetes air secara perlahan.
Dalam praktikum ini, contoh tanah
kering yang diuji dengan oven pada suhu 105o C – 110o C
selam kurang lebih 24 jam bertujuan untuk menghilangkan semua lengas yang terdapat
dalam sampel sehingga perbandingan selisih antara berat sebelum dioven
merupakan berat lengas tanah.
Pengaruh tentang kadar lengas dalam
pertanian sangatlah penting, karena kadar lengas mempengaruhi proses serapan
hara dan pernapasan akar tanaman. Dengan mengetahui kadar lengas dalam tanah
dapat dilakukan tindakan, terutama yang berhubungan dengan manajemen sumber
daya air.
Tanah pertanian yang baik memiliki
kadar lengas yang sesuai dengan kebutuhan tanaman yang dibudidayakan. Apabila
kadar lengas rendah mak dapat diatasi dengan menambahkan jumlah air secara
intensif dan teratur, menambah bahan organic, ataupun menggunakan mulsa untuk
mengurangi penguapan. Sedangakan apabila kadar lengas makin tinggi maka dapat
diatasi dengan membuat saluran drainase.
Tanah Inceptisol banyak dimanfaatkan untuk bercocok tanam hortikultura
tanaman pangan, sampai dikembangkan sebagai lahan-lahan perkebunan besar
seperti sawit, kakao, kopi, dan lain sebagainya, bahkan pada daerah-daerah yang
eksotis, dikembangkan pula untuk agrowisata. Sedangkan Tanah entisol dapat
digunakan apabila dikembangkan metode baru, misalnya sistem drainase untuk
mengairi tanah ketika kadar asamnya mulai rendah, dapat ditambah dengan
pemupukan dengan hasil yang optimal. p
ertanian
yang dikembangkan di tanah Entisol sebaiknya adalah padi sawah secara
monokultur atau digilir dengan sayuran/palawija.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum dan
pembahasan dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Kadar
lengas tanah adalah kandungan air tanah yang terdapat dalam pori-pori makro
2. Kadar
lengas entisol contoh tanah kering angin sebesar 1,41% dan kadar lengas
kapasitas lapang sebesar 32,77%, sedangkan inceptisol contoh tanah kering angin
sebesar 1,51% dan kapasitas lapang sebesar 29,27%
3. Kadar
lengas dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman
4. Kadar
lengas tanah yang baik untuk pertanian yakni kadar lengas yang sesuai dengan
tanaman yang dibudidayakan.
5.2.
Saran
Secara langsung peran kadar lengas
tanah dalam pertanian mempengaruhi tanaman yang dibudidaya maka dari itu perlu
untuk para petani mengetahui bagaimana menghadapi kadar lengas tanah, perlu
adanya penyuluhan kepada petani untuk mengenali kadar lengas tanah.
DAFTAR PUSTAKA
Handiri.
2011. Dasar Dasar Ilmu Tanah. https://handiri.wordpress.com/dasar-dasar-ilmu-tanah.
[diakses 09 November 2015].
Hardjowigeno,
S. 1993. Klasifikasi Tanah Dan
Pedogenesis. Akademia Resindo : Jakarta.
Madjid,
Abdul. 2009. Dasar Dasar Ilmu Tanah.
Bahan Kuliah Fakultas Pertanian. Universitas Gajah Mada : Yogyakarta.
Navis.
2012. Penetapan Kadar Air Tanah. https://navisgusmiati.blogspot.com/2012/04/
penetapan -kadar-air-tanah.html
. [diakses 09 November 2015].
Risa.
2014. Penetapan Kadar Lengas Tanah. http://academia.edu/9954463/penetapan-kadar-
lengas-tanah. [diakses 09 November 2015].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar