Kamis, 02 Juni 2016

Laporan Praktikum Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit


DAFTAR ISI

LEMBAR SAMPUL..................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................... ii
KATA PENGANTAR................................................................................... iii
DAFTAR ISI................................................................................................. iv
A.    Tujuan Praktikum......................................................................... 1
B.     Dasar Teori................................................................................... 1
C.     Alat dan Bahan............................................................................ 4
D.    Cara Kerja.................................................................................... 5
E.     Data Pengamatan......................................................................... 5
F.      Pembahasan.................................................................................. 6
G.    Kesimpulan dan Saran.................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 7
LAPORAN SEMENTARA.......................................................................... 8



A.      Tujuan Praktikum
1.        Mengetahui larutan elektrolit kuat, lemah, dan larutan nonelektrolit dari larutan-larutan yang diuji.
2.        Membuktikan larutan elektrolit dengan melakukan pengujian hantaran listrik.
3.        Mengetahui cara membedakan larutan elektrolit kuat dan lemah.
B.          Dasar Teori
A.    Pengertian larutan
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut adalah zat yang terdispersi ( tersebar secara merata ) dalam zat pelarut.Zat terlarut mempunyai jumlah yang lebih sedikit dalam campuran. Ini biasa di sebut dengan solute. Sedangkan zat pelarut adalah zat yang mendispersi atau ( fase pendispersi ) komponen – komponen zat terlarut. Zat pelarut mempunyai jumlah yang lebih banyak dalam campuran. Zat pelarut di sebut solvent.
B.     Pengertian larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
– Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya gelmbung gas dalam larutan .
– Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan memberikan gejala berupa tidak ada gelembung dalam larutan atau lampu tidak menyala pada alat uji. 


C.    Jenis – jenis larutan berdasrkan daya hantar listrik
1.      Larutan elektrolit kuat
   Laruta elektrolit kuat adalah larutan yang banyak menghasilkan ion – ion karena terurai sempurna, maka harga derajat ionisasi (ά ) = 1. Banyak sedikit elektrolit menjadi ion dinyatakan dengan derajat ionisasi ( ά ) yaitu perbandingan jumlah zat yang menjadi ion dengan jumlah zat yang di hantarkan. Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
1.      Asam – asam kuat
2.      Basa – basa kuat
3.      Garam – garam yang mudah larut
   Ciri – ciri daya hantar listrik larutan elektrolit kuat yaitu lampu pijar akan menyala terang dan  timbul gelembung – gelembung di sekitar elektrode. Larutan elektrolit kuat terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit kuat dalam pelarut air. Senyawa elektrolit kuat dalam air dapat terurai sempurna membentuk ion positif ( kation ) dan ion negatif (anion). Arus listrik merupakan arus electron. Pada saat di lewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat, electron tersebut dapat di hantarkan melalui ion – ion dalam larutan, seperti ddihantarkan oleh kabel. Akibatnya lampu pada alat uji elektrolit akan menyala. Elektrolit kuat terurai sempurna dalam larutan. Contoh : HCl, HBr, HI, HNO3, H2SO4, NaOH, KOH, dan NaCL.

2.      Larutan elektrolit lemah
   Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < ά > 1. Larutan elektrolit lemah mengandung zat yang hanya sebagian kecil menjadi ion – ion ketika larut dalam air. Yang tergolong elektrolit lemah adalah :
1.      Asam – asam lemah
2.      Garam – garam yang sukar larut
3.      Basa – basa lemah
   Adapun larutan elektrolit yang tidak memberikan gejala lampu menyala, tetapi menimbulkan gas termasuk ke dalam larutan elektrolit lemah. Contohnya adalah larutan ammonia, larutan cuka dan larutan H2S.
   3.Larutan non elektrolit
          Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion – ion ( tidak mengion ). Yang tergolong jenis larutan ini adalah larutan urea, larutan sukrosa, larutan glukosa, alcohol dan lain – lain.



C. Alat dan Bahan
            Alat yang digunakan :
-          Gelas kimia 50 ml (4 buah)
-          Pipa kimia 50 ml
-          Paku (2 buah)
-          Lampu (sebuah)
-          Sendok pengaduk
-          Power Suply
-          Kabel
-          Aquades
-          Air

Bahan yang digunakan :
-          Alkohol
-          Titrasi asam basa
-          Deterjen
-          Gula
-          Jeruk nipis
-          Air Kapur
-          KOH

D. Cara Kerja
Cara melakukan percobaan :
1.      Pertama-tama, siapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Masukkan Alkohol dan air secukupnya ke dalam gelas kimia.
3.      Aduk dengan sendok pengaduk hingga larut.
4.      Ikatkan kedua paku pada kabel dan lampu lalu sambungkan ke power suply.
5.      Celupkan kedua paku dalam larutan lalu catat hasilnya ke dalam tabel.
6.      Angkat dan bilasi paku dengan aquades agar tidak tercampur bahan kimia sebelumnya.
7.      Ulangi langkah 2 – 6 dengan menggunakan bahan yang lainnya, lalu lengkapi tabel penelitian.



no
Larutan
Lampu
Gelembung
Elektrolit
Nonelektrolit
nyala
tidak
ada
tidak
kuat
lemah
1
Deterjen

V
v


V

2
Gula

V

v


V
3
Jeruk nipis

V
v


V

4
Titrasi asam basa

V
v


V

5
KOH

V
v


v

6
Air kapur

V

v


V
7
Alkohol

v

v


V

E. Data Pengamatan

F. Pembahasan
1. Deterjen
       Larutan deterjen adalah larutan yang memiliki kadungan basa yang kuat yaitu NaOH dan KOH. Oleh karena itu, laruan ini termasuk jenis larutan elektrolit kuat karena dapat terionisasi secara sempurna di dalam air, menghasikan gelembung, dan dapat menghantarkan arus listrik. Namun dari percobaan yang dilakukan, larutan deterjen termasuk elektrolit lemah.
2. Gula
       Dari sumber Internet, Larutan Gula dikatakan sebagai larutan non-elektrolit. Dan ini dapat dibenarkan karena saya mendapatkan hasil yang sama dari percobaan yang saya lakukan.
3.    Jeruk nipis
       Dari sumber yang sama yaitu dari Internet, Jeruk Nipis dikatakan sebagai larutan elektrolit lemah karena memiliki kovalen polar. Hal ini juga dapat dibenarkan karena saya mendapatkan hasil yang sama dari percobaan yang saya lakukan yaitu Jeruk Nipis adalah elektrolit lemah.

4.    Titrasi Asam dan Basa
       Titrasi Asam dan Basa seharusnya adalah asam kuat atau lemah sehingga dapat digolongkan sebagai elektrolit kuat mauun lemah. Namun dari percobaan yang dilakukan, saya mendapatkan titrasi asam dan basa termasuk elektrolit lemah.
5.    KOH
       KOH adalah basa kuat dan basa kuat termasuk elektrolit kuat. Namun dari percobaan yang saya lakukan, saya mendapatkan hasil bahwa KOH adalah larutan elektrolit lemah.
6.    Air kapur
       Menurut sumber suatu situs Internet, Air kapus adalah larutan non-elektrolit. Ini dapat dibenarkan karena saya mendapatkan hasil yang sama dengan percobaan saya.
7.    Alkohol
       Menurut sumber Internet, Alkohol adalah larutan non-elektrolit. Hal ini dapat dibenarkan karena saya mendapatkan hasil yang sama dengan percobaan saya.

G. Kesimpulan dan Saran
Dari hasil percobaan ini, dapat diketahui bahwa ada banyak jenis larutan. Ada yang dapat menghantarkan listrik dan ada yang tidak. Contoh larutan elektrolit yaitu deterjen, jeruk nipis, titrasi asam basa, dan KOH. Sedangkan larutan non elektrolit adalah gula, air kapur, dan alkohol.
Saran yang saya dapat erikan dari percobaan ini adalah sebelum mengganti larutan, pastikan membilas dengan aquades terlebih dahulu agar tidak tercampur dan tidak memberikan hasil yang salah.




Daftar Pustaka
            Dahlia Sylviana, 2014 Laporan Praktikum Kimia Uji Larutan,http://dahliasylvia.blogspot.co.id/
            Pasihahtetrasianoferat, 2012 Larutan Elektrolit dan nonelektrolit,http://pasihahtetrasianoferat.wordpress.com/
            Purba, Michael. 2007. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga

            Wahyu Setya, 2013 Laporan Larutan Elektrolit dan NonElektrolit, http://blog-sederhana-ku.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar